Tempat pertemuan kami sempit
Bola lampu kecil cahaya sedikit
Tapi makin terang bagi kami
Tangerang - solo - jakarta kawan kami
Kami satu : buruh
Kami punya tenaga
Tempat pertemuan kami sempit
Di langit bintang kelap-kelip
Tapi makin terang bagi kami
Banyak pemogokan di sanasini
Tempat pertemuan kami sempit
Tapi pikiran ini makin luas
Makin terang bagi kami
Kegelapan disibak tukar-pikiran
Kami satu : buruh
Kami punya tenaga
Tempat pertemuan kami sempit
Tanpa buah cuma kacang dan air putih
Tapi makin terang bagi kami
Kesadaran kami tumbuh menyirami
Kami satu : buruh
Kami punya tenaga
Jika kami satu hati
Kami tahu mesin berhenti
Sebab kami adalah nyawa
Yang menggerakkannya
LABEL: About, Chairil, Anwar, Chrisye, Cinta, Efek Rumah Kaca, Galeri Abstrak, Kehidupan, Musik, Puisi, Remy Sylado, Sapardi Djoko Damono, Sutardji Calzoum Bachri, Taufiq Ismail, Tulisan, W.S. Rendra,Wiji thukul
Bola lampu kecil cahaya sedikit
Tapi makin terang bagi kami
Tangerang - solo - jakarta kawan kami
Kami satu : buruh
Kami punya tenaga
Tempat pertemuan kami sempit
Di langit bintang kelap-kelip
Tapi makin terang bagi kami
Banyak pemogokan di sanasini
Tempat pertemuan kami sempit
Tapi pikiran ini makin luas
Makin terang bagi kami
Kegelapan disibak tukar-pikiran
Kami satu : buruh
Kami punya tenaga
Tempat pertemuan kami sempit
Tanpa buah cuma kacang dan air putih
Tapi makin terang bagi kami
Kesadaran kami tumbuh menyirami
Kami satu : buruh
Kami punya tenaga
Jika kami satu hati
Kami tahu mesin berhenti
Sebab kami adalah nyawa
Yang menggerakkannya
LABEL: About, Chairil, Anwar, Chrisye, Cinta, Efek Rumah Kaca, Galeri Abstrak, Kehidupan, Musik, Puisi, Remy Sylado, Sapardi Djoko Damono, Sutardji Calzoum Bachri, Taufiq Ismail, Tulisan, W.S. Rendra,Wiji thukul